Sinergi LPTK Jawa Timur: Unesa Terima Kunjungan UNP Kediri Bahas Strategi Baru Kurikulum PPG
SURABAYA – Dua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkemuka di Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, resmi menjalin sinergi strategis demi meningkatkan mutu pendidikan profesi guru di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan diterimanya kunjungan jajaran pimpinan dan tim akademik UNP Kediri oleh pihak Unesa di Kampus Lidah Wetan, Surabaya.
Pertemuan penting ini fokus membahas perumusan strategi baru serta pembentukan Tim Penguatan Kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kolaborasi ini menjadi respons nyata kedua perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang cepat, sekaligus memastikan lulusan guru masa depan memiliki kompetensi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Sebagai salah satu LPTK pembina yang memiliki rekam jejak panjang dalam penyelenggaraan PPG, Unesa menyambut baik inisiatif UNP Kediri untuk saling berbagi praktik baik (good practices). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik, melainkan ruang diskusi kritis mengenai pengayaan kurikulum PPG yang lebih relevan dengan tantangan kelas modern.
Rektor beserta jajaran pengelola PPG Unesa menegaskan bahwa standardisasi kualitas pendidik di Jawa Timur harus dikawal bersama. Sinergi antar-LPTK dinilai sebagai jalur cepat untuk memperkecil celah kualitas lulusan antar-daerah, sehingga sebaran guru berkualitas di Jawa Timur dapat lebih merata.
"Kolaborasi ini adalah momentum penting bagi kedua kampus. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Unesa dan UNP Kediri memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk mencetak guru yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga tanggap terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan riil di sekolah," ujar perwakilan dari manajemen PPG Unesa dalam sambutannya.
Agenda utama dari kunjungan strategis ini adalah peresmian pembentukan Tim Gabungan Penguatan Kurikulum PPG. Tim khusus yang diisi oleh para pakar kurikulum, dosen senior, dan pengelola program PPG dari kedua universitas ini mengemban tugas untuk:
- Restrukturisasi Modul Pembelajaran: Menyelaraskan materi kuliah PPG dengan kebutuhan implementasi Kurikulum Nasional yang lebih fleksibel dan berbasis proyek (project-based learning).
- Integrasi Literasi Digital dan AI: Merumuskan strategi pengajaran yang mewajibkan calon guru menguasai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam manajemen kelas.
- Penguatan Aspek Sosio-Emosional: Memastikan penguatan karakter, etika profesi, dan kemampuan adaptasi sosial calon guru masuk ke dalam struktur kurikulum yang baru.
Dari pihak UNP Kediri, kunjungan ini dinilai sebagai langkah besar untuk mengonfirmasi bahwa kurikulum yang mereka terapkan di Kediri selaras dengan standar nasional, sekaligus mendapatkan insight baru mengenai pengelolaan kelas PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yang efektif dari Unesa.
Kerja sama yang solid antara Unesa dan UNP Kediri ini diharapkan mampu melahirkan sebuah cetak biru (blueprint) kurikulum PPG baru yang dapat diadopsi secara lebih luas. Keberadaan Tim Penguatan Kurikulum ini ditargetkan segera menghasilkan rekomendasi kebijakan akademik yang aplikatif dalam waktu dekat.
Dengan adanya sinergi LPTK Jawa Timur ini, komitmen untuk melahirkan generasi guru baru yang religius, berkarakter, cerdas, dan tanggap teknologi bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sebuah langkah nyata yang sedang dipersiapkan dengan matang dari atas meja akademik Surabaya.
Share It On: