Dari Unesa untuk Surabaya: Mengatasi Kelangkaan Guru, Menjaga Kualitas Kelas
SURABAYA — Masalah kelangkaan tenaga pendidik di Kota Surabaya kini menemukan titik terang. Melalui Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengambil langkah proaktif untuk menjawab tantangan kekurangan guru sekaligus memastikan kualitas pembelajaran di ruang kelas tetap terjaga.
Tingginya angka pensiun pendidik setiap tahun serta pertumbuhan jumlah siswa di Kota Pahlawan sempat menciptakan celah kekosongan pengajar di berbagai jenjang sekolah. Jika tidak ditangani dengan cepat, situasi ini berisiko menurunkan standar efektivitas belajar-mengajar.
Langkah ini menegaskan bahwa transformasi kualitas pembelajaran tidak boleh berhenti di wacana teoritis kampus, melainkan harus menyentuh langsung dinamika ruang kelas di sekolah-sekolah.
BPPG Unesa menjalankan peran strategis tersebut melalui pendekatan dua arah yang saling menguatkan:
Membaca Kebutuhan Lapangan: Mengidentifikasi secara cermat tantangan nyata yang dihadapi guru dan siswa di sekolah, mulai dari kesenjangan kompetensi hingga kebutuhan metode pengajaran adaptif.
Menyalurkan Kapasitas Akademik: Merumuskan pengetahuan, riset kependidikan, dan pelatihan kompetensi dari kampus untuk diterapkan langsung sebagai solusi di ruang kelas.
Integrasi Layanan Bermutu: Memastikan setiap program penyiapan dan pendampingan guru berorientasi langsung pada pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan pembelajaran berkualitas.
Melalui sinergi ini, Unesa tidak hanya berperan sebagai pencetak tenaga pendidik, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah daerah dan sekolah dalam menjaga standar kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Pertemuan antara kesiapan akademik kampus dan realitas sekolah inilah yang menjadi kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang unggul. Langkah kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata komitmen Unesa dalam memperkuat fondasi pendidikan. Menutup celah kekurangan guru bukan sekadar memenuhi kuantitas di atas kertas, melainkan memastikan setiap siswa Surabaya mendapatkan hak belajar dari pendidik yang berkualitas.
Share It On: