Bakal Diterapkan 58 LPTK Nasional, Ini Blueprint Sukses PPG Guru Tertentu ala Unesa
SURABAYA – Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu kini memasuki babak baru yang lebih sistematis dan terukur. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Model "Pendampingan Prima" yang diinisiasi oleh Unesa resmi dibeberkan sebagai blueprint (cetak biru) keberhasilan dan siap diadopsi oleh 58 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan PPG Unesa yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Forum PPG Nasional. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa kunci utama dari kelulusan dan peningkatan kualitas para guru peserta PPG terletak pada standardisasi pola pendampingan yang humanis, intensif, dan berbasis teknologi.
UNESA tidak ragu membagikan formula suksesnya saat berbicara dalam Rapat Pembahasan Kurikulum PPG yang dihelat secara daring. Mengacu pada data tahun 2025, universitas ini sukses mengantarkan 24.147 guru lulus sertifikasi dari total 30.038 peserta yang difasilitasi. Keberhasilan ini mengonfirmasi secara nyata bahwa sistem pendampingan prima yang menyeluruh adalah kunci utama. Formula yang teruji ini sekarang siap ditularkan ke 58 LPTK mitra di seluruh penjuru negeri.
Model Pendampingan Prima yang digagas Unesa tidak sekadar memberikan materi perkuliahan, melainkan sebuah ekosistem pembelaja
ran yang dirancang khusus untuk karakteristik Guru Tertentu. Terdapat tiga pilar utama dalam blueprint ini:
- Sistem Monitoring Real-Time: Memastikan setiap peserta yang memiliki kendala adaptasi teknologi atau materi dapat langsung dideteksi dan diberikan solusi tanpa menunda jadwal perkuliahan.
- Modul Pengayaan yang Adaptif: Materi yang disusun tidak kaku, melainkan menyesuaikan dengan tantangan riil yang dihadapi guru di ruang kelas masing-masing.
- Klinik Kelulusan (Coaching Clinic): Pendampingan intensif menjelang ujian kelulusan, di mana para instruktur memberikan simulasi dan evaluasi mendalam secara personal.
Dr. Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd., Kepala Badan PPG UNESA, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan program ini terletak pada harmoni antara regulasi pusat dan penyesuaian di tingkat daerah. “Sangat penting untuk menyamakan persepsi terkait tata kelola pembelajaran PPG Guru Tertentu, mengingat pesertanya adalah para guru senior. Kami mendesain perkuliahan daring sebagai wadah pendampingan yang intensif, bukan hanya sekadar memindahkan materi,” jelas Dr. Fatkur. Beliau juga menggarisbawahi bahwa fleksibilitas di tiap LPTK bertujuan untuk mengejar standar nasional, bukan untuk menurunkan kualitas. “Sertifikat pendidik ini berlaku secara nasional, jadi mutunya wajib setara di seluruh wilayah.”
"Kami di Forum PPG Nasional melihat adanya kebutuhan mendesak akan standardisasi mutu. Model yang selama ini kami matangkan di Unesa terbukti mampu mendongkrak persentase kelulusan dan kenyamanan belajar para guru. Karena itu, sebanyak 58 LPTK sepakat untuk mengadopsi sistem ini," ujar Ketua Forum PPG Nasional. Adopsi massal oleh 58 LPTK ini diharapkan dapat mengikis ketimpangan kualitas kelulusan PPG antar-wilayah di Indonesia. Dengan satu komando blueprint yang sama, kualitas lulusan PPG Guru Tertentu dari Sabang sampai Merauke akan memiliki standar kompetensi yang setara. Langkah strategis ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan pengamat pendidikan. Penerapan serentak ini dinilai sebagai lompatan besar dalam mempercepat sertifikasi guru profesional di Indonesia, sekaligus membuktikan peran Unesa sebagai salah satu motor penggerak utama transformasi pendidikan nasional.
Share It On: